Revitalisasi SMK Tahap II Tuntas Akhir 2017

07 Oktober 2017
11:13:09 WIB

SEMARANG- Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahap II ditargetkan tuntas pada akhir 2017. Pada program revitalisasi ini, di seluruh Tanah Air telah ditunjuk 125 SMK yang memiliki bidang keahlian sesuai dengan prioritas pembangunan nasional, yaitu kemaritiman, pariwisata, pertanian (ketahanan pangan), dan industri kreatif.

Menurut tim pendamping revitalisasi SMK Direktorat Pengembangan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof Dr Samsudi MPd, sampai saat ini proses revitalisasi terus berlangsung dan berbagai tahap terus dilakukan. Adapun pemilihan keempat program studi yang menjadi fokus pengembangan SMK tersebut berdasarkan arah pembangunan ekonomi Indonesia.

”Empat sektor unggulan nasional tersebut diproyeksikan akan menyerap sejumlah besar tenaga kerja,” ungkap Samsudi ditemui di acara dies natalis ke 57 dan pembukaan teaching factory SMK 10 Jl Kokrosono, Semarang, Selasa (19/8). Menurut dia, selama ini yang menjadi kendala dalam pengembangan SMK adalah para pengelola belum bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing SMK.

Oleh karena itu, tim pendamping turun ke berbagai SMK untuk memetakan potensi yang dimiliki. ”Ternyata setelah kami dampingi banyak potensi yang sebenarnya bisa digarap tetapi selama ini belum bisa dikembangkan. Misalnya saja, di SMK 10 Semarang ini, ada jurusan Nautika Kapal Niaga yang jarang dimiliki SMK lain, sementara potensi lapangan kerjanya sangat luas,” jelasnya.

Penyelarasan Kurikulum

Samsudi yang juga dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini menambahkan program revitalisasi yang dilaksanakan meliputi pengembangan dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha, inovasi pembelajaran yang mendorong keterampilan abad 21. Kemudian pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan, standardisasi sarana dan prasarana utama, serta peningkatan akses sertifikasi kompetensi.

”Perbaikan dan penyelerasan kurikulum SMK akan memantapkan model kesesuaian dan keterkaitan (link and match) dengan dunia usaha. Pembelajaran mengacu pada fase pembelajaran di sekolah ataupun praktik di industri dan berorientasi pada hasil proses pembelajaran yang diinginkan,” paparnya.

Samsudi menyatakan saat ini program revitalisasi ini juga sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016. Inpres tersebut menugaskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membuat peta jalan pengembangan SMK, menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai pengguna lulusan.(G2-42)

 

sumber: psmk.kemdikbud.go.id

0 Komentar

    Form Komentar

    Sambutan Kepala SMKN 1 Tempeh

    “Keberadaan Kami Mencerdaskan Anda”   Assalamualaikum Wr.Wb. Salam sejahtera buat kita